Sakura ? Apa yang kalian ketahui tentang Bunga Sakura ? pasti sudah banyak yang mengetahui tentang Bunga Sakura, walapun orang yang tidak mempelajari jepang sudah tau juga tentang Bunga Sakura.
Bunga Sakura bagi orang jepang kerap dikaitan dengan perempuan, kehidupan dan kematian. Sering juga sebagai simbol mengekspresikan ikatan hubungan manusia yaitu , keberanian kesedihan dan kegembiraan. Yang istimewa dari bunga Sakura adalah waktu mekarnya. Bunga ini hanya berkembang selama 1 sampai 2 minggu selama setahun. Dan orang-orang dijepang mempunyai cara tersendiri untuk menikmati indahnya Bunga Sakura saat mekar yang bernama
HANAMI
Awal kisah perayaan Hanami
Hanami berasal dari hana wo miru yang berarti melihat bunga atau
ohanami. Inilah tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga,
khususnya bunga sakura. Selain itu, hanami juga bisa diartikan sebagai
piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan-makan di bawah pohon
sakura.
Nah, pada saat perayaan hanami, rombongan demi rombongan berpiknik
menggelar tikar dan duduk-duduk di bawah pepohonan sakura untuk
bergembira bersama, minum sake, makan makanan khas Jepang. Tak ubahnya
seperti pesta kebun. Ada kelompok keluarga, kelompok perusahaan,
organisasi, sekolah, dan sebagainya.
Berbicara tentang sejarah Hanami, kebiasaan perayaan ini dipengaruhi
oleh tradisi raja-raja Cina yang gemar menanam pohon plum di sekitar
istana mereka. Di Jepang, para bangsawan pun mulai menikmati bunga Ume
(plum). Pada abad ke-8 atau awal periode Heian, obyek bunga yang
dinikmati bergeser mulai bergeser, dari bunga plum ke bunga sakura.
Dikisahkan pula bahwa RajaSaga di era Jepang dahulu gemar
menyelenggarakan pesta hanami di taman Shinsenen di Kyoto. Para
bangsawan pun menikmati hanami di berbagai istana mereka, dan para
petanimasa itu melakukannya dengan mendaki gunung terdekat di awal musim
semi untukmenikmati bunga sakura yang tumbuh disana sambil `tidak lupa
membawa bekal untuk makan siang. Hingga kini hanami menjadi kebiasaan
yang mengakar di seluruh masyarakat Jepang dan telah diterima sebagai
salah satu kekhasan bangsanya.
Cara masyarakat Jepang ber-Hanami
Pada saat perayaan hanami, semua orang berkumpul di bawah rindangnya
pohon sakura untuk makan dan minum bersama sambil bernyanyi dan menari
sepanjang malam. Umumnya mereka membawa makanan yang dipersiapkan
sendiri dari rumah (bento). Namun ada juga yang membeli dari penjual
makanan di tempat acara hanami berlangsung.
Oleh karena di kebun, para pengunjung banyak menggelar tikar di
sepanjang jalan di bawah pohon sakura. Di sana mereka makan dan minum
bersama. Tak jarang sampah yang dihasilkan sangat banyak dan menggunung.
Dalam perayaan hanami saat ini, terjadi sedikit pergeseran. Jika
orang-orang tua menari-nari dengan gaya tradisionalnya, ada kalangan
muda yang berjingkrak-jingkrak dengan musik kerasnya. Suasana pun
menjadi hingar-bingar.
Satu hal lagi yang tak bisa dielakkan yaitu kebiasaan meminum sake,
bahkan sampai mabuk. Jika sudah begini, tak jarang terjadi keirbutan
karena mabuk dan salah pengertian. Nah, jika sahabat wisata muslim
Jepang ingin menikmati hanami, bisa memilih tempat yang dirasa tepat dan
nyaman dari gangguan-gangguan tersebut.
Hanami dan loyalitas tradisi
Perayaan Hanami berupa acara perayaan untuk melihat bunga sakura, bunga
khas yang menjadi ikon negeri Matahari Terbit ini. Perayaan hanami
merupakan satu dari beberapa perayaan tahunan di negara Jepang yang
diselenggarakan pada musim semi, tepatnya pada bulan April.
Adanya tradisi ini memang cukup menarik perhatian. Di negara maju
seperti Jepang, terdapat perayaan untuk menyambut mekarnya bunga sakura.
Memang, bisa jadi bukan bunga sakura itu sendiri yang menjadi poin
penekanan perayaan ini, melainkan datangnya musim semi yang hangat dan
bersahabat untuk melaksanakan segala aktivitas. Hanya saja, musim semi
di Jepang memang identik dengan muncul dan mekarnya bunga sakura. Nah,
suasana seperti ini yang kelihatannya tidak terlihat menonjol di daerah
tropis Indonesia.
Perayaan semacam ini mungkin tidak bisa kita jumpai di negara-negara
lain, yang menakjubkan adalah masyarakat Jepang tetap melestarikan
budaya hanami, meskipun di era modern ini banyak pilihan tempat untuk
bersantai bersama keluarga, misalnya dengan pergi ke tempat karaoke. Pada saat-saat mekarnya bunga sakura, masyarakat Jepang tetap memilih
berkumpul dan bersantai bersama keluarga di bawah pohon sakura sambil
menikmati keindahan bunga sakura. Kemajuan teknologi tidak lantas
menggeser tradisi sederhana ini. Mereka lebih memilih untuk berkumpul
bersama bersama keluarga dan sahabat dibandingkan kongkow-kongkow di
tempat karaoke.
Konon, bunga sakura hanya mekar selama tujuh sampai sepuluh hari.
Singkatnya masa ini memang tidak dilewatkan begitu saja oleh masyarakat
jepang. Secara umum, bunga sakura akan mulai bermekaran secara bertahap.
Mekarnya bunga dimulai dari daerah selatan yang berudara lebih hangat,
yaitu di pulau Okinawa. Selanjutnya, mekarnya bunga sakura akan merambat
ke bagian utara yang berakhir di Hokkaido.
Lokasi perayaan Hanami
Oleh karena hanami hanya satu kali setahun diselenggarakan, rasanya
memang sayang untuk dilewatkan. Lalu, tempat mana saja yang biasa
digunakan untuk merayakan hanami? Jawabnya adalah Osaka Castle. Osaka Castle terletak di kota Osaka.
Tempat ini termasuk salah satu tempat favorit untuk ber-hanami. Puri ini
dikelilingi taman yang penuh dengan pohon cherry, plum, dan sakura yang
berbunga indah saat musim semi.
Tak hanya di Osaka, tempat lain yang bisa digunakan untuk melihat bunga sakura beramai-ramai adalah sebagai berikut.
Tokyo: Taman Ueno (Taito-ku), Taman Inogashira (kota Musashino),
Taman Koganei (kota Koganei), Taman Shinjuku-gyoen (Shinjuku-ku), Taman
Sumida (Sumida-ku).
Prefektur Gifu: Kamagatani (kota Ikeda), Taman Usuzumi/Neodani (kota Motosu), Pinggir Sungai Shinsakai (kota Kakamigahara).
Prefektur Hyogo: Taman Akashi (kota Akashi), Taman Shukugawa (Nishinomiya), Taman Istana Himeji (kota Himeji).
Prefektur Nara: Pegunungan Yoshino (kota Yoshino), Taman Kooriyamajoshi (Yamato Kooriyama), Taman Nara (kota Nara).
Prefektur Osaka: The Mint Bureau (Osaka), Taman Expo ’70 (kota Suita), Taman Istana Osaka (Osaka).
Sekian info tentang Hanami :)
all photo credit to their owner.